This Is Me

This Is Me
Mining Engineering 2012

Senin, 21 Oktober 2013

Contoh Wacana

Banjir di Jakarta Dapat Dikurangi

            Musim hujan di Jakarta merupakan hal yang menakutkan, karena musim hujan di Jakarta membawa dampak yang negatif bagi daerah-daerah di dalam provinsi DKI Jakarta. Setiap 5 tahun selalu dikenal Jakarta ada banjir secara besar-besaran di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat. Namun yang sering terkena banjir yang paling bahaya yaitu di kawasan Jakarta Barat. Banyak para masyarakat mengatakan banjir ini terjadi karena  adanya kiriman air dari Kota Bogor yang mengalir dan meluap di sepantaran sungai di daerah Jakarta.
            Biasanya pada saat banjir tersebut, tingginya bisa mencapai pundak orang dewasa, namun ada juga banjir tersebut bisa setinggi 1 lantai rumah tersebut, sehingga rumah yang memiliki tingkat 1 atau 2, yang kelihatan hanya bagian atasnya saja dan dibagian bawah sudah tergenang oleh banjir sehingga barang-barang di bagian bawah biasanya sudah diangkut dahulu oleh warga untuk mengantisipasi pada saat banjir ini datang.
            Banjir di Jakarta setiap 5 tahun sekali ini memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap ekonomi Indonesia karena Jakarta adalah pusat dari bisnis dan perdagangan. Pada tahun 2007 saja, kerugian yang dialami oleh para pelaku ekonomi mencapai 43 Triliun Rupiah. Kerugian tersebut pada saat itu sebanding dengan 2 kali APBD Provinsi yang hanya 21 Triliun Rupiah. Selain itu juga, banyak harga makanan dan bahan-bahan pokok lainnya yang naik secara signifkan sehingga inflasi untuk daerah Provinsi DKI naik cukup tinggi. Perekonomian Indonesia sedikit tergoncang pada saat itu.
            Banjir ini juga memiliki dampak yang signifikan pada waktu kerja para pekerja di Jakarta. Banyak pekerja yang datang terlambat, bahkan ada yang membolos sama sekali. Banyak waktu kerja habis hanya digunakan untuk membereskan kantor dan tidak ada aktifitas ekonomi yang berarti. Sehingga, waktu yang harusnya untuk melakukan aktifitas ekonomi dan menghasilkan sesuatu yang berguna dan bernilai bagi roda perekonomian, hanya terbuang sia-sia.
            Selain banjir memiliki dampak secara ekonomi dan waktu kerja, banjir juga memiliki dampak dibidang kesehatan, diantaranya masyarakat banyak yang mengungsi di tempat-tempat yang tidak layak dan berdesak-desakan, memiliki fasilitas MCK yang kurang baik kualitasnya, sehingga banyak warga yang terserang demam berdarah, malaria, demam, dan lain sebagainya.
            Kerugian Material dari kejadian banjir di Jakarta diprediksi mencapai +/_  sekitar 1 Triliun Rupiah. Kerugian material ini terdiri atas : Barang-barang masyarakat yang rusak, rumah, tempat usaha, mobil operasional, dan lain-lain.
            Kerugian Inmaterial di Jakarta diprediksi mencapai +/_ mencapai sekitar 42 triliun. Kerugian inmaterial ini terdiri atas : Waktu kerja yang berkurang, aktifitas perdagangan yang hampir lumpuh, kemacetan, dan lain-lain.
            Ada orang berkata “ Setiap ada masalah, pasti ada jalan keluarnya”. Setiap masalah pasti ada solusi untuk mengatasi masalah banjir ini. Masalah banjir di Jakarta perlu ada solusi yang tepat agar kerugian material dan inmaterial bisa dihilangkan. Solusi untuk pemerintah mengatasi banjir ini adalah dengan mengeruk sungai-sungai yang mengalami pendangkalan dan mengeruk juga sampah-sampah yang ada disepantaran sungai agar aliran air tidak terhalang oleh sampah. Selain itu juga pemerintah harus membangun suatu dam pengatur air yang bisa mengatur jalannya air, sehingga banjir tersebut bisa dikurangi.
            Dari masyarakat sendiri, solusi yang bisa dijalankan yaitu dengan membiasakan buang sampah pada tempatnya. Tidak membuang sampah di sungai, dan juga masyarakat bisa membuat tanaman rawa agar banjir dapat berkurang.
            Dari kita diri sendiri, haruslah juga memiliki kesadaran dengan merubah pola pikir kita dengan tidak membuang sampah sembarangan. Buanglah sampah pada tempatnya, buatlah sumur resapan, biopori yang sekarang sudah menjadi tren terbaru yang hemat untuk mengatasi banjir.

JB Dharma Saiya
0312100****
Fakultas Teknik
Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Sriwijaya
Indralaya

2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lencana Facebook