Banjir
di Jakarta Dapat Dikurangi
Musim
hujan di Jakarta merupakan hal yang menakutkan, karena musim hujan di Jakarta
membawa dampak yang negatif bagi daerah-daerah di dalam provinsi DKI Jakarta.
Setiap 5 tahun selalu dikenal Jakarta ada banjir secara besar-besaran di
Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta
Pusat. Namun yang sering terkena banjir yang paling bahaya yaitu di kawasan
Jakarta Barat. Banyak para masyarakat mengatakan banjir ini terjadi karena adanya kiriman air dari Kota Bogor yang
mengalir dan meluap di sepantaran sungai di daerah Jakarta.
Biasanya
pada saat banjir tersebut, tingginya bisa mencapai pundak orang dewasa, namun
ada juga banjir tersebut bisa setinggi 1 lantai rumah tersebut, sehingga rumah
yang memiliki tingkat 1 atau 2, yang kelihatan hanya bagian atasnya saja dan
dibagian bawah sudah tergenang oleh banjir sehingga barang-barang di bagian
bawah biasanya sudah diangkut dahulu oleh warga untuk mengantisipasi pada saat
banjir ini datang.
Banjir
di Jakarta setiap 5 tahun sekali ini memiliki dampak yang cukup signifikan
terhadap ekonomi Indonesia karena Jakarta adalah pusat dari bisnis dan
perdagangan. Pada tahun 2007 saja, kerugian yang dialami oleh para pelaku
ekonomi mencapai 43 Triliun Rupiah. Kerugian tersebut pada saat itu sebanding
dengan 2 kali APBD Provinsi yang hanya 21 Triliun Rupiah. Selain itu juga,
banyak harga makanan dan bahan-bahan pokok lainnya yang naik secara signifkan
sehingga inflasi untuk daerah Provinsi DKI naik cukup tinggi. Perekonomian
Indonesia sedikit tergoncang pada saat itu.
Banjir
ini juga memiliki dampak yang signifikan pada waktu kerja para pekerja di
Jakarta. Banyak pekerja yang datang terlambat, bahkan ada yang membolos sama
sekali. Banyak waktu kerja habis hanya digunakan untuk membereskan kantor dan
tidak ada aktifitas ekonomi yang berarti. Sehingga, waktu yang harusnya untuk
melakukan aktifitas ekonomi dan menghasilkan sesuatu yang berguna dan bernilai
bagi roda perekonomian, hanya terbuang sia-sia.
Selain
banjir memiliki dampak secara ekonomi dan waktu kerja, banjir juga memiliki
dampak dibidang kesehatan, diantaranya masyarakat banyak yang mengungsi di
tempat-tempat yang tidak layak dan berdesak-desakan, memiliki fasilitas MCK
yang kurang baik kualitasnya, sehingga banyak warga yang terserang demam
berdarah, malaria, demam, dan lain sebagainya.
Kerugian
Material dari kejadian banjir di Jakarta diprediksi mencapai +/_ sekitar 1 Triliun Rupiah. Kerugian material
ini terdiri atas : Barang-barang masyarakat yang rusak, rumah, tempat usaha,
mobil operasional, dan lain-lain.
Kerugian
Inmaterial di Jakarta diprediksi mencapai +/_ mencapai sekitar 42 triliun.
Kerugian inmaterial ini terdiri atas : Waktu kerja yang berkurang, aktifitas
perdagangan yang hampir lumpuh, kemacetan, dan lain-lain.
Ada
orang berkata “ Setiap ada masalah, pasti ada jalan keluarnya”. Setiap masalah
pasti ada solusi untuk mengatasi masalah banjir ini. Masalah banjir di Jakarta
perlu ada solusi yang tepat agar kerugian material dan inmaterial bisa
dihilangkan. Solusi untuk pemerintah mengatasi banjir ini adalah dengan
mengeruk sungai-sungai yang mengalami pendangkalan dan mengeruk juga
sampah-sampah yang ada disepantaran sungai agar aliran air tidak terhalang oleh
sampah. Selain itu juga pemerintah harus membangun suatu dam pengatur air yang
bisa mengatur jalannya air, sehingga banjir tersebut bisa dikurangi.
Dari
masyarakat sendiri, solusi yang bisa dijalankan yaitu dengan membiasakan buang
sampah pada tempatnya. Tidak membuang sampah di sungai, dan juga masyarakat
bisa membuat tanaman rawa agar banjir dapat berkurang.
Dari
kita diri sendiri, haruslah juga memiliki kesadaran dengan merubah pola pikir
kita dengan tidak membuang sampah sembarangan. Buanglah sampah pada tempatnya,
buatlah sumur resapan, biopori yang sekarang sudah menjadi tren terbaru yang
hemat untuk mengatasi banjir.
JB
Dharma Saiya
0312100****
Fakultas
Teknik
Jurusan
Teknik Pertambangan
Universitas
Sriwijaya
Indralaya
2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar